Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Senin pagi (20/12) menerima Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani dan anggota delegasi yang menyertainya. Dalam pertemuan itu Rahbar menyinggung urgensi keamanan di kawasan utamanya Teluk Persia.
“Keamanan di kawasan Teluk Persia tidak dapat dipilah-pilah. Karena kawasan yang aman sangat menguntungkan seluruh negara yang berada di sana. Sebaliknya, bila kawasan tidak aman semua negara yang ada di sana menjadi tidak aman dan merugi,” tegas Rahbar.
Rahbar menilai hubungan Iran dan Qatar sangat baik dan mengatakan, “Hubungan ini hendaknya semakin diperluas karena menguntungkan kedua negara dan kawasan.”
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei kemudian menyampaikan kekecewaannya atas sebagian negara di kawasan yang seakan-akan tidak mengerti akan pentingnya keamanan di kawasan Teluk Persia. Menurut beliau, “Patut disesalkan karena ketidakpedulian mereka akan pentingnya keamanan regional akhirnya dimanfaatkan oleh Amerika dan Zionis untuk meninabobokan mereka terkait masalah ini.”
Rahbar juga menilai penting masalah persatuan Syiah dan Ahli Sunnah di kawasan dan menegaskan, “Para pengikut Syiah dan Ahli Sunnah di kawasan selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan penuh keakraban, tapi sebagian justru berusaha melenyapkan keakraban yang telah tercipta ini dan sebagian lain malah berusaha menyeret perbedaan akidah Syiah dan Ahli Sunnah menjadi sebuah perselisihan sosial.”
“Patut disesalkan adanya orang-orang fanatik dan antek-antek musuh di kedua pihak. Masalah ini harus dikontrol baik dari sisi keyakikan maupun keamanan,” ujar Rahbar.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga menyinggung ucapan Emir Qatar terkait kondisi genting Lebanon dan kemungkinan dikeluarkannya amar putusan pengadilan teror Rafik Hariri. Menurut beliau, “Pengadilan ini tidak lebih dari pengadilan sandiwara dan setiap keputusan yang dikeluarkan tidak dapat diterima. Kami berharap pihak-pihak yang berpengaruh di Lebanon bersikap sesuai akal dan kebijakan agar masalah ini tidak berubah menjadi masalah.”
Beliau kembali menegaskan bahwa konspirasi di Lebanon tidak akan berhasil. “Kami sangat berharap perbaikan kondisi regional,” ungkap Rahbar.
Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, Emir Qatar menyebut hubungan Iran dan Qatar sangat baik dan menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan. Ditambahkannya, “Sikap politik dua negara selalu dekat dan kami berharap peningkatan dan perluasan hubungan bilateral di pelbagai bidang yang lain.”
Emir Qatar juga menyebut keamanan regional dan persatuan antara Syiah dan Ahli Sunnah adalah dua masalah yang sangat penting. Seraya menyinggung kondisi Lebanon, Emir Qatar mengatakan, “Sebagian berusaha menciptakan fitnah baru di Lebanon dan dengan bantuan negara-negara di kawasan kami berusaha mencegah terjadinya fitnah ini dan berbuat berdasarkan maslahat kawasan Timur Tengah.”